Pemerintah meaksanakan program pengobatan gratis bagi rakyat miskin di seluruh Indonesia yang terdata dalam database Badan Pusat Statistik (BPS) melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Salah satu daerah yang melaksanakan Jamkesmas adalah Kabupaten Jayapura, provinsi Papua. Pada tahun 2011 Jayapura mendapat alokasi dana Jamkesmas sebesar 1,7 miliar dengan jumlah peserta sebanyak 41.915 jiwa.
Di Kabupaten Jayapura terdapat sebuah rumah sakit yakni Rumah Sakit Umum Yowari, 42 puskesmas pembantu, dan 18 polindes. Rata-rata kunjungan pasien di Puskesmas dan RS sebanyak 243 orang perhari. Jumlah tenaga medis di Jayapura adalah 27 dokter umum, 3 dokter gigi, 96 bidan, 182 perawat, 41 analis, 16 tenaga farmasi, 19 tenaga sarjana kesehatan masyarakat, 4 tenaga S2 magister, dan 3 perawat gigi, dan 29 tenaga kesehatan lingkungan.
Kendala yang dihadapi pemerintah dalam pelayanan kesehatan adalah adanya keluarga miskin yang tidak terdaftar pada database BPS, keadaan geografis yang sulit dan beragam, penyebaran penduduk yang tidak merata dan terpencar, dan kurangnya tenaga khusus kebidanan di kampong dan puskesmas.
Pada 2009 angka kelahiran sebanyak 1.441 orang dan tahun 2010 meningkat menjadi 2.034 orang. Pada tahun 2009 angka kematian ibu sebanyak 3 orang dan tahun 2010 naik menjadi 4 orang. Pada tahun 2009 angka kematian balita sebanyak 65 orang, lalu pada tahun 2010 menurun menjadi 63 orang.
Berdasarkan pengamatan di Puskesmas Sentani, Senin (14/11), peserta Jamkesmas tak diperlakukan diskriminatif. ,mereka dilayani seperti pasien umum, yakni setelah mendaftar di loket mendapat nomor urut untuk dilayani, dan selanjurnya mendapat pelayanan berobat gratis.
Selain Jamkesmas, pemerintah juga melaksanakan program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis bagi ibu melahirkan. Caranya mudah dengan menunjukkan KTP, lalu di layani tanpa mengeluarkan biaya.
Sebagaimana diketahui sejak 2005 pemerintah melaksanakan pengobatan gratis bagi rakyat melalui Jamkesmas di rumah sakit kelas III dan Puskesmas. Anggaran Jamkesmas tahu 2005 sebesar Rp. 2,1 Triliun, tahun 2006 (Rp 3,6 triliun), tahun 2007 (Rp 4,6 triliun), tahun 2008 (Rp 4,6 triliun), tahun 2009 (Rp 7,2 triliun), tahun 2010 (Rp 5,1 triliun) dan taun 2011 (Rp 6,3 triliun)
Bagi penduduk miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai oleh Pemda walaupun hingga kini jumlah pemda yang mengalokasikan anggaran Jamkesda mencapai 289 kabupaten/kota yang tersebar di 33 propinsi. (di petik dari tabloid BERTINDAK UNTUK RAKYAT-edisi 159)
Di Kabupaten Jayapura terdapat sebuah rumah sakit yakni Rumah Sakit Umum Yowari, 42 puskesmas pembantu, dan 18 polindes. Rata-rata kunjungan pasien di Puskesmas dan RS sebanyak 243 orang perhari. Jumlah tenaga medis di Jayapura adalah 27 dokter umum, 3 dokter gigi, 96 bidan, 182 perawat, 41 analis, 16 tenaga farmasi, 19 tenaga sarjana kesehatan masyarakat, 4 tenaga S2 magister, dan 3 perawat gigi, dan 29 tenaga kesehatan lingkungan.
Kendala yang dihadapi pemerintah dalam pelayanan kesehatan adalah adanya keluarga miskin yang tidak terdaftar pada database BPS, keadaan geografis yang sulit dan beragam, penyebaran penduduk yang tidak merata dan terpencar, dan kurangnya tenaga khusus kebidanan di kampong dan puskesmas.
Pada 2009 angka kelahiran sebanyak 1.441 orang dan tahun 2010 meningkat menjadi 2.034 orang. Pada tahun 2009 angka kematian ibu sebanyak 3 orang dan tahun 2010 naik menjadi 4 orang. Pada tahun 2009 angka kematian balita sebanyak 65 orang, lalu pada tahun 2010 menurun menjadi 63 orang.
Berdasarkan pengamatan di Puskesmas Sentani, Senin (14/11), peserta Jamkesmas tak diperlakukan diskriminatif. ,mereka dilayani seperti pasien umum, yakni setelah mendaftar di loket mendapat nomor urut untuk dilayani, dan selanjurnya mendapat pelayanan berobat gratis.
Selain Jamkesmas, pemerintah juga melaksanakan program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis bagi ibu melahirkan. Caranya mudah dengan menunjukkan KTP, lalu di layani tanpa mengeluarkan biaya.
Sebagaimana diketahui sejak 2005 pemerintah melaksanakan pengobatan gratis bagi rakyat melalui Jamkesmas di rumah sakit kelas III dan Puskesmas. Anggaran Jamkesmas tahu 2005 sebesar Rp. 2,1 Triliun, tahun 2006 (Rp 3,6 triliun), tahun 2007 (Rp 4,6 triliun), tahun 2008 (Rp 4,6 triliun), tahun 2009 (Rp 7,2 triliun), tahun 2010 (Rp 5,1 triliun) dan taun 2011 (Rp 6,3 triliun)
Bagi penduduk miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai oleh Pemda walaupun hingga kini jumlah pemda yang mengalokasikan anggaran Jamkesda mencapai 289 kabupaten/kota yang tersebar di 33 propinsi. (di petik dari tabloid BERTINDAK UNTUK RAKYAT-edisi 159)





















